Selasa, 20 Desember 2016

Makalah Statistik deskriftif

MAKALAH
MATAKULIAH STATISKA DESKRIPTIF
UKURAN GEJALA PUSAT DATA BELUM DIKELOMPOKKAN



Disusun oleh   :    
Mazlan            : 12152714
Deri saputra    : 12155713
M.ripky ismail : 12153579
Andri mulyana : 12156319




MANAJEMEN INFORMASI








KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kepada tuhan yang maha esa, dimana telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami kelompok 7  berhasil menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya, makalah ini dibuat sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh nilai UAS pada matakuliah STATISKA DESKRIPTIF.

Makalah ini berisikan tentang ukuran gejala pusat data yang belum di kelompokkan,
Kami kelompok tujuh (7)  menyadari bahwa banyak sekali kekurangan yang terdapat di dalamnya,  namun semoga makalah ini bisa menjadi berguna yang bernilai bagi ilmu khususnya STATISKA DESKRIPTIF  yang terus berkembang.











Pontianak,  november 2016

                               
Penyusun









DAFTAR ISI
Kata Pengantar...................................................................................................... 2
Daftar Isi           .......................................................................................................3
Daftar Simbol
BAB I             PENDAHULUAN
                        1.1     Latar Belakang.................................................................... 4
                        1.2     Maksud dan Tujuan.............................................................4
                        1.3    Ruang Lingkup dan Permasalahan.....................................5
BAB II            PEMBAHASAN
                        2.1     Landasan Teori ....................................................................6
                                    2.1.1  Pengertian Distribusi Frekuensi............................. 8
                                    2.1.2  Contoh Kasus Distribusi Frekuensi........................9
                                    2.1.3  Penyelesaian Kasus...................................................10
            2.2  Jenis-jenis Distribusi Frekuensi.............................................14
            2.3  Pembuatan Distribusi Frekuensi menggunakan excel.........16
            2.4  Ukuran Pusat Data Belum diKelompokkan.........................17
                        2.4.1 Rata-rata, Median, dan Modus................................17
                        2.4.2 Kuartil, Desil , Persentil............................................19
                        2.4.3 Pembuatan statistik menggunakan excel................21
BAB III          PENUTUP
                        3.1    Kesimpulan ...........................................................................22
                        3.2     Saran-Saran..........................................................................22
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................23






BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang  
Didalam kehidupan sehari – hari, sering kita jumpai banyak hal yang dapat kita deskripsikan dalam sebuah bentuk data. Informasi data yang diperoleh tentunya harus diolah terlebih dahulu menjadi sebuah data yang lebih mudah dibaca dan dianalisa. Akan tetapi bagaimana penyajian data yang kita dapat tentunya berbeda – beda, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penyaji data.
Statistika deskriptif  berkenaan dengan bagaimana data yang dapat digambarkan/dideskripsikan baik secara numerik (misal menghitung rata – rata dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik) untuk mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca dan dipahami.
Dan dalam  makalah ini kami akan mengangkat tema Ukuran gejala pusat data yang belum di kelompokkan”.




1.2    Maksud dan Tujuan      
·      Untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh nilai UAS Statistika Deskriptif semester II.
·      Untuk mengetahui pengertian dan perhitungan distribusi frekuensi.
·      Untuk mengetahui cara perhitungan Ukuran Gejala Pusat Data yang belum di kelompokkan.
·      Membuat para mahasiswa lebih mengetahui dan memahami materi ini melalui analisa data, penarikan kesimpulan dan pembuat keputusan.
·      Mengetahui cara pengolahan data materi menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS.
·      Membandingkan hasil pengolahan data statistik antara system manual dengan dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS.



1.3    Ruang Lingkup dan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka perumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah :
1.      Istilah – istilah Distribusi Frekuensi.
2.      Cara perhitungan data analisis distribusi frekuensi menggunakan system manual dan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010.
3.      Pengertian Ukuran Gejala Pusat Data yang belum dikelompokkan ( Rata – Rata, Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil ).


























BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Landasan Teori
Statiska Deskriptif Menurut Para Ahli
1.      Sudjana (1996:7) menjelaskan :
        Fase statistika dimana hanya berusaha melukiskan atau mengalisa kelompok yang diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok yang lebih besar dinamakan statistika deskriptif. 

2.  Iqbal Hasan (2001:7) menjelaskan :
                        Statistik deskriptif atau statistik deduktif adalah bagian dari statistik mempelajari cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Statistik deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena, dengan kata lain, statistik deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Penarikan kesimpulan pada statistik deskriptif (jika ada) hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada. Didasarkan pada ruang lingkup bahasannya statistik deskriptif mencakup :
Distribusi frekuensi beserta bagian-bagiannya seperti : 
·                 Grafik distribusi (histogram, poligon frekuensi, dan ogif);
·                 Ukuran nilai pusat (rata-rata, median, modus, kuartil dan sebagainya);
·                 Ukuran dispersi (jangkauan, simpangan rata-rata, variasi, simpangan baku, dan sebagianya);
·                 Kemencengan dan keruncingan kurva 
·                 Angka indeks 
·                 Times series/deret waktu atau berkala
·                 Korelasi dan regresi sederhana. 




3  .Bambang Suryoatmono (2004:18) menyatakan Statistika Deskriptif adalah statistika yang
     menggunakan data pada suatu kelompok untuk menjelaskan atau menarik kesimpulan
     mengenai kelompok itu saja
• Ukuran Lokasi: mode, mean, median, dll
• Ukuran Variabilitas: varians, deviasi standar, range, dll 
• Ukuran Bentuk: skewness, kurtosis, plot boks. 


4.Pangestu Subagyo (2003:1) menyatakan :
                   Yang dimaksud sebagai statistika deskriptif adalah bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan nilai-nilai statistika, pembuatan diagramatau gambar mengenai sesuatu hal, disini data yang disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami atau dibaca. Statistika deskriptif merupakan metode-metode yang berkait dengan pengumpulan dan penyajian sekumpulan data, sehingga dapat memberikan informasi yang berguna. Perlu kiranya dimengerti bahwa statistika deskriptif memberikan informasi hanya mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik kesimpulan yang lebih banyak dan lebih jauh dari data yang ada.
            Kegiatan memeriksa sifat-sifat penting dari data yang ada itu disebut analisis data secara pemerian (deskripsi). Karenanya bagian statistika demikian dinamakan Statistika Deskriptif atau Statistika Perian. Penyusunan tabel, diagram, modus, kuartil, simpangan baku termasuk dalam kategori statistika deskriptif. Kegiatan itu dilakukan melalui: 

·                Pendekatan aritmetika yaitu pendekatan melalui pemeriksaan rangkuman nilai atau ukuran-ukuran penting dari data. Yang dimaksud rangkuman nilai di sini ialah penyederhanaan kumpulan nilai data yang diamati ke dalam bentuk nilai-nilai tertentu. Setiap rangkuman nilai ini disebut statistik. Jadi, statistik menerangkan sifat kumpulan data dalam bentuk nilai yang mudah dipahami, sedangkan statistika adalah suatu ilmu tentang sekumpulan konsep serta metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, menyajikan dan menganalisis data serta menarik kesimpulan berdasar hasil analisis data tersebut. 
·                Pendekatan geometrik, yaitu melalui penyajian data dalam bentuk gambar berupa grafik atau diagram. Kedua pendekatan mengakibatkan pembedaan dalam penyajian datanya. Penyajian data pertama menekankan angka-angka dan yang kedua menekankan pada gambar.
2.1.1 Pengertian Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah suatu bentuk penyusunan data yang teratur dengan menggolongkan besar atau kecilnya data. Distribusi frekuensi umumnya disajikan dalam daftar yang berisi kelas interval dan jumlah objek (frekuensi) yang termasuk dalam kelas interval tersebut.
Fungsi distribusi frekuensi adalah mengatur data mentah  (belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi tanpa mengurangi data yang ada.

Istilah – istilah dalam distribusi frekuensi adalah :
-          Kelas
-          Batas Kelas
-          Tepi Kelas
-          Interval Kelas
-          Titik Tengah

2.1.2 Contoh Kasus Distribusi Frekuensi

Berikut ini adalah  data tinggi badan mahasiwa yang di ambil melalui angket 58 mahasiswa kelas 11.3C.30

158
158
160
160
158
160
160
150
153
155
175
157
155
157
160
155
170
157
160
155
158
155
155
155
156
153
157
157
157
157
155
160
160
158
150
158
160
160
160
161
154
170
172
173
171
173
164
165
165
167
168
168
169
169
170
170
175
155

 Berikut ini cara untuk menggunakan analisis manual :
1.      Mengurutkan data
2.      Menentukan Range
3.      Menentukan Banyaknya Kelas
4.      Menentukan Panjang Interval Kelas
5.      Menentukan Batas – batas Kelas
6.      Menentukan Titik Tengah
7.      Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.
8.      Menyajikan distribusi frekuensi : isi kolom frekuensi sesuai dengan  kolom Tally / Turus





2.1.3 Penyelesaian Kasus

1.      Mengurutkan data
150
150
153
153
154
155
155
155
155
155
155
155
155
155
156
157
157
157
157
157
157
157
158
158
158
158
158
158
160
160
160
160
160
160
160
160
160
160
160
161
164
165
165
167
168
168
169
169
170
170
170
170
171
172
173
173
175
175


2.      Selanjutnya menentukan Range (R)
Range adalah selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai yang terkecil.

             Rumus Range adalah                                              
             R        =    Xmax    -    Xmin
            =    175        -       150
                        =    25

3.      Mencari banyaknya kelas menggunakan rumus Sturges
Kelas adalah penggolongan data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing - masing dinamakan batas kelas.

    K                   = 1 + 3,3 log N
                        = 1 + 3,3 log 58
                         = 1 + 5,8
                        =  6,8
è Banyaknya kelas adalah 7 kelas ( di bulatkan ke atas)  


4.      Menentukan panjang interval kelas (I)
Interval kelas adalah lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua tepi kelasnya.

I  =  R / K
               =  25 / 6,8
               =  3,67
è Panjang Interval kelas adalah 4 (di bulatkan ke atas)






5.      Menentukan batas-batas kelas
Batas – batas kelas adalah nilai batas dari pada, tiap kelas dalam sebuah distribusi, terbagi menjadi States class limit dan Class Bounderies (Tepi kelas).
R = 25
K = 7
I = 4
((K x I)  - (R + 1)) / 2
((7 x 4)  - (25 + 1)) / 2
( 28 – 26 ) / 2 = 1

Batas – batas kelasnya adalah :
·                                   Batas bawah kelas ke-1
                                    data terkecil – 1
= 150 – 1
= 149
·                                   Batas atas kelas ke-1
                                    batas bawah kelas ke-1 + ( I – 1 )
= 149 + (4 – 1 )
= 152
·                                   Batas bawah kelas ke-2
batas atas kelas ke-1 + 1
            = 152 + 1
            = 153
·                                  
Batas atas kelas ke-2
Batas bawah kelas ke -2 + ( I – 1 )
= 153 + ( 4 – 1 )
= 156
·                                          dst. Sampai dengan batas kelas ke-7

6.      Menentukan Titik Tengah
Titik tengah adalah rata – rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya
Rumus nya adalah : ½ ( Batas bawah kelas + batas atas kelas)
·                                    Titik tengah kelas pertama = ½ ( 149 + 152 ) = 150,5
·                                    Titik tengah kelas kedua    = ½ ( 153 + 156 ) = 154,5
·                                    Titik tengah kelas ketiga    = ½ ( 157 + 160 ) = 158,5
·                                    dst. Sampai dengan titik tengah ke-7
7        Memasukkan data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan menggunakn sistem Tally atau Turus.
g.                  
Interval Kelas
Tepi Kelas
Titik Tengah
Sistem Turus
Frekuensi
149 - 152
148,5 - 152,5
150,5
II
2
153 - 156
152,5 - 156,5
154,5

IIII   IIII   III
13
157 - 160
156,5 - 160,5
158,5

IIII   IIII   IIII   IIII   IIII
24
161 - 164
160,5 - 164,5
162,5
II
2
165 - 168
164,5 - 168,5
166,5
IIII
5
169 - 172
168,5 - 172,5
170,5
IIII   III
8
173 - 176
172,5 - 176,5
174,5
IIII
4












8.   Menyajikan distribusi frekuensi
Interval Kelas
Tepi Kelas
Titik Tengah
Frekuensi
149 - 152
148,5 - 152,5
150,5
2
153 - 156
152,5 - 156,5
154,5
13
157 - 160
156,5 - 160,5
158,5
24
161 - 164
160,5 - 164,5
162,5
2
165 - 168
164,5 - 168,5
166,5
5
169 - 172
168,5 - 172,5
170,5
8
173 - 176
172,5 - 176,5
174,5
4





2.2      JENIS – JENIS DISTRIBUSI FREKUENSI
a.       Distribusi Frekuensi Kumulatif
adalah suatu daftar yang memuat frekuensi – frekuensi kumulatif, jika ingin mengetahui banyaknya observasi yang ada di atas atau dibawah suatu nilai tertentu.


b.      Distribusi Frekuensi Relatif
adalah perbandingan dari frekuensi masing - masing kelas dan jumlah frekuensi seluruhnya yang dinyatakan dalam persen.

Ø  Distribusi frekuensi komulatif

I.     menentukan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari

Batas Kelas
Frekuensi Kumulatif
148,5
0
152,5
2
156,5
15


2 + 13
160,5
39


2 + 13 + 24
164,5
41


2 + 13 + 24 + 2
168,5
46
172,5
54
176,5
58



















II.   menentukan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari

Batas Kelas
Frekuensi Kumulatif
>   176,5
0
>   172,5
4
>   168,5
12


 4 + 8
>   164,5
17


 4 + 8 + 5
>   160,5
19


 4 + 8 + 5 + 2
>   156,5
43
>   152,5
56
>   148,5
58


Ø  Distribusi Frekuensi Relatif

                         Distribusi Frekuensi Relatif
I.Kelas
Tt.tengah
Frekuensi

Frekuensi Relatif (%)
149 - 152
150,5
2
3%


(2/58) x 100 = 3,44 bulatkan menjadi 3
153 - 156
154,5
13
23%

(13/58) x 100 = 22,41 bulatkan menjadi 23
157 - 160
158,5
24
41%
 (24/58) x 100 = 41,37 bulatkan menjadi 41
161 - 164
162,5
2
3%
165 - 168
166,5
5
9%
169 - 172
170,5
8
14%
173 - 176
174,5
4
7%

2.3      Pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan Program Ms. Excel    2007/2010
Berikut adalah cara Mengaktifkan Analysis ToolPack :
1.       Klik Office Button Options
2.       Pilih Add-Ins dan pada menu Manage pilih Excel Add-Ins klik go
3.       Berikan tanda ceklist pada Analysis ToolPack OK

Jika sudah mengaktifkan Analysis Toolpack langkah langkah dalam pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan excel 2007/2010 adalah sbb :

1.    Masukan data
2.    Masukan bin (batas atas)
3.    Pilih Data pada menu utama
4.    Pilih Data Analysis
5.    Pilih Histogram pada Analysis Tools
6.    Ketika kotak dialog muncul,
·                                     Pada kotak Input Rangeselanjutnya blok/sorot range data
·                                     Pada kotak Bin Range, selanjutnya blok/sorot range batas atas
·                                     Pada kotak Output Range, arahkan kursor pada kolom kosong
·                                     Berikan tanda check pada Cumulative Percentage”
·                                     Berikan tanda check pada Chart Output”
·                                     Klik OK












2.4              UKURAN GEJALA PUSAT DATA YANG BELUM DI  KELOMPOKKAN
2.4.1         Rata-rata, Median, dan Modus


a.       Rata – Rata Hitung
Adalah nilai yang mewakili sekelompok data.
            Data :
150
150
153
153
154
155
155
155
155
155
155
155
155
155
156
157
157
157
157
157
157
157
158
158
158
158
158
158
160
160
160
160
160
160
160
160
160
160
160
161
164
165
165
167
168
168
169
169
170
170
170
170
171
172
173
173
175
175

             = 1/ 58 (9.333) = 9.333   =  160,91379 
                           58
                                           Dibulatkan menjadi 161










b.      Rata – Rata ukur
Adalah akar pangkat N dari hasil kali masing-masing nilai dari kelompok tersebut.
= 1,6078 dibulatkan = 1,61


c.       Rata – Rata Harmonis
Adalah kebalikan rata-rata hitung dari kebalikan nilai-nilai data.

d.      Median
Adalah  sebuah nilai data yang berada di tengah-tengah dari rangkaian data yang telah   tersusun secara teratur. Posisi tengah dari  seperangkat data sebanyak N yang telah terurut terletak pada posisi yang ke (N + 1)/2.
n  = 58 data
K = 58/2 = 29
Median = 1/2  (Xk + Xk+1) = 1/2  (X29 + X30)
 = 1/2  ( 160 + 160 )   = 160

e.       Modus
adalah kumpulan data atau nilai yang paling sering muncul atau data yang   mempunyai nilai frekensi terbesar, jika pada kumpulan data itu terdapat lebih dari satu data yang sama-sama paling sering muncul, maka dalam kumpulan data itu terdapat lebih dari satu modus.

MODUS = 160


2.4.2             KUARTIL, DESIL, PERSENTIL
a.      Kuartil
Pada prinsipnya, pengertian kuartil sama dengan median. Perbedaanya hanya terletak pada banyaknya pembagian kelompok data. Median membagi kelompok data atas 2 bagian, sedangkan kuartil membagi kelompok data atas 4 bagian yang sama besar, sehingga akan terdapat 3 kuartil yaitu kuartil ke-1, kuartil ke-2 dan kuartil ke-3, dimana kuartil ke-2 sama dengan median.
Contoh kasus :
N         =  58 data
150
150
153
153
154
155
155
155
155
155
155
155
155
155
156
157
157
157
157
157
157
157
158
158
158
158
158
158
160
160
160
160
160
160
160
160
160
160
160
161
164
165
165
167
168
168
169
169
170
170
170
170
171
172
173
173
175
175

Ditanya : Cari Q1, Q2, Q3,  D7,  P98

Q1        = 1 ( n + 1 )/4
                        = 1 ( 58 + 1 )/4 = 14,75   =  14  +  0,75
                        = Xi    +  0,75  ( Xi+1 – Xi )
                        = X14  +  0,75  ( X14+1 – X14 )
                        = 155  +  0,75  ( X15 – X14 )
                        = 155  +  0,75  ( 156 – 155 )
                        = 155  + 0,75
                        = 155,75

Q2        = 2 ( n + 1 )/4
                        = 2 ( 58 + 1 )/4 = 29,50   =  29  +  0,50
                        = Xi    +  0,50  ( Xi+1 – Xi )
                        = X29  +  0,50  ( X29+1 – X29 )
                        = 160  +  0,50  ( X30 – X29 )
                        = 160  +  0,50  ( 160 – 160 )
                        = 160  +  0
                        = 160

Q3        = 3 ( n + 1 )/4
                        = 3 ( 58 + 1 )/4 = 44,25   =  44  +  0,25
                        = Xi    +  0,25  ( Xi+1 – Xi )
                        = X44  +  0,25  ( X44 +1 – X44 )
                        = 167  +  0,25  ( X45 – X44 )
                        = 167  +  0,25  ( 168 – 167 )
                        = 167  +  0,25
                        = 167,25
b.      Desil
adalah suatu rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian   yang sama besar.
                 D7   = 7 ( n + 1 )/10
                         = 7 ( 58 + 1 )/10  = 41,30   =  41 + 0,30
             = Xi    +  0,30  ( Xi+1 – Xi )
             = X41  +  0,30  ( X41 +1 – X41 )
             = 164  +  0,30  ( X42 – X41 )
             = 164  +  0,30  ( 165 – 164 )
             = 164  +  0,30
             = 164,30





C.                  Persentil
adalah ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian yang sama besar.
               
                        P98   = 98 ( n + 1 )/100
                                 = 98 ( 58 + 1 )/100  = 57,82   =  57 + 0,82
                     = Xi    +  0,82  ( Xi+1 – Xi )
                     = X57  +  0,82  ( X57+1 – X57 )
                     = 175  +  0,82  ( X58 – X57 )
                     = 175  +  0,82  ( 175 - 175 )
                     = 175  +  0
                     = 175



2.4.3     Pembuatan Statistik Deskriptif dengan Program Ms. Excel 2007/2010
Jika sudah mengaktifkan Analysis Toolpack langkah langkah dalam pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan excel 2007/2010 adalah sbb :
1.    Masukan data
2.    Pilih Data pada menu utama
3.    Pilih Data Analysis
4.    Pilih Deskriptive Statistics pada Analysis Tools
5.    Ketika kotak dialog muncul,
·                                          Pada kotak Input Rangeselanjutnya blok/sorot range data
·                                          Pada kotak output rangearahkan kursor pada kolom kosong
·                                           Berikan tanda check pada Summary Statistics”
·                                          Klik OK







BAB III
PENUTUP

3.1    kesimpulan

Dari pengertian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi mencakup penyajian data, pengelompokan data kedalam suatu daftar atau tabel, kelas interval serta diagram dari hasil penelitian.



3.2     Saran
            Agar bisa mendapatkan hasil yang baik untuk kasus mengelompokkan data , kita harus mengerti setiat tahap – tahap dalam mengelompokkan data, karena setiap data yang dikelompokkan mempunyai cara / rumusnya masing – masing.



















DAFTAR PUSTAKA
·         Modul / Slide Statistika Deskriptif semester III ( BSI )
·         Sudjana (1996:7).pengertian-statiska-deskriptif
·         Iqbal Hasan (2001:7).pengertian-statiska-deskriptif
·         Bambang Suryoatmono (2004:18).pengertian-statiska-deskriptif
·         Pangestu Subagyo (2003:1).pengertian




Tidak ada komentar:

Posting Komentar