MAKALAH
MATAKULIAH
STATISKA DESKRIPTIF
UKURAN
GEJALA PUSAT DATA BELUM DIKELOMPOKKAN
Disusun
oleh :
Mazlan : 12152714
Deri
saputra : 12155713
M.ripky
ismail : 12153579
Andri
mulyana : 12156319
MANAJEMEN
INFORMASI
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada
tuhan yang maha esa, dimana telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada
kami sehingga kami kelompok 7 berhasil
menyelesaikan Makalah ini tepat pada waktunya, makalah ini dibuat sebagai salah
satu persyaratan untuk memperoleh nilai UAS pada matakuliah STATISKA
DESKRIPTIF.
Makalah ini berisikan tentang ukuran
gejala pusat data yang belum di kelompokkan,
Kami
kelompok tujuh (7) menyadari bahwa banyak
sekali kekurangan yang terdapat di dalamnya, namun semoga makalah ini bisa menjadi berguna yang
bernilai bagi ilmu khususnya STATISKA DESKRIPTIF yang terus berkembang.
Pontianak,
november 2016
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar......................................................................................................
2
Daftar
Isi
.......................................................................................................3
Daftar
Simbol
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang.................................................................... 4
1.2 Maksud dan
Tujuan.............................................................4
1.3 Ruang Lingkup dan
Permasalahan.....................................5
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Landasan
Teori ....................................................................6
2.1.1
Pengertian Distribusi Frekuensi............................. 8
2.1.2 Contoh Kasus Distribusi Frekuensi........................9
2.1.3 Penyelesaian Kasus...................................................10
2.2 Jenis-jenis Distribusi Frekuensi.............................................14
2.3
Pembuatan Distribusi Frekuensi
menggunakan excel.........16
2.4
Ukuran Pusat Data Belum diKelompokkan.........................17
2.4.1 Rata-rata, Median,
dan Modus................................17
2.4.2 Kuartil, Desil ,
Persentil............................................19
2.4.3 Pembuatan
statistik menggunakan excel................21
BAB
III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ...........................................................................22
3.2 Saran-Saran..........................................................................22
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................23
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Didalam kehidupan sehari – hari,
sering kita jumpai banyak hal yang dapat kita deskripsikan dalam sebuah bentuk
data. Informasi data yang diperoleh tentunya harus diolah terlebih dahulu
menjadi sebuah data yang lebih mudah dibaca dan dianalisa. Akan tetapi
bagaimana penyajian data yang kita dapat tentunya berbeda – beda, sesuai dengan
kebutuhan dan keinginan penyaji data.
Statistika deskriptif berkenaan dengan bagaimana data yang dapat
digambarkan/dideskripsikan baik secara numerik (misal menghitung rata – rata
dan deviasi standar) atau secara grafis (dalam bentuk tabel atau grafik) untuk
mendapatkan gambaran sekilas mengenai data tersebut sehingga lebih mudah dibaca
dan dipahami.
Dan dalam makalah ini kami
akan mengangkat tema “Ukuran gejala pusat data yang belum di
kelompokkan”.
1.2 Maksud
dan Tujuan
· Untuk
memenuhi persyaratan dalam memperoleh nilai UAS Statistika Deskriptif semester
II.
· Untuk
mengetahui pengertian dan perhitungan distribusi frekuensi.
· Untuk
mengetahui cara perhitungan Ukuran Gejala Pusat Data yang belum di kelompokkan.
· Membuat
para mahasiswa lebih mengetahui dan memahami materi ini melalui analisa data,
penarikan kesimpulan dan pembuat keputusan.
· Mengetahui
cara pengolahan data materi menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau
SPSS.
· Membandingkan
hasil pengolahan data statistik antara system manual dengan dengan menggunakan
aplikasi Microsoft Excel 2007/2010 atau SPSS.
1.3 Ruang
Lingkup dan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka
perumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini adalah :
1. Istilah –
istilah Distribusi Frekuensi.
2. Cara
perhitungan data analisis distribusi frekuensi menggunakan system manual dan
aplikasi Microsoft Excel 2007/2010.
3. Pengertian
Ukuran Gejala Pusat Data yang belum dikelompokkan ( Rata – Rata,
Median, Modus, Kuartil, Desil, Persentil ).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori
Statiska Deskriptif Menurut Para
Ahli
1.
Sudjana
(1996:7) menjelaskan :
Fase
statistika dimana hanya berusaha melukiskan atau mengalisa kelompok yang
diberikan tanpa membuat atau menarik kesimpulan tentang populasi atau kelompok
yang lebih besar dinamakan statistika deskriptif.
2. Iqbal Hasan (2001:7) menjelaskan :
Statistik
deskriptif atau statistik deduktif adalah bagian dari statistik mempelajari
cara pengumpulan data dan penyajian data sehingga mudah dipahami. Statistik
deskriptif hanya berhubungan dengan hal menguraikan atau memberikan
keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena, dengan
kata lain, statistik deskriptif berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau
persoalan. Penarikan kesimpulan pada statistik deskriptif (jika ada) hanya ditujukan
pada kumpulan data yang ada. Didasarkan pada ruang lingkup bahasannya statistik
deskriptif mencakup :
Distribusi frekuensi beserta bagian-bagiannya seperti :
·
Grafik distribusi (histogram, poligon
frekuensi, dan ogif);
·
Ukuran nilai pusat (rata-rata, median, modus,
kuartil dan sebagainya);
·
Ukuran dispersi (jangkauan, simpangan
rata-rata, variasi, simpangan baku, dan sebagianya);
·
Kemencengan dan keruncingan kurva
·
Angka indeks
·
Times series/deret waktu atau berkala
·
Korelasi dan regresi sederhana.
3 .Bambang Suryoatmono (2004:18) menyatakan
Statistika Deskriptif adalah statistika yang
menggunakan data pada suatu kelompok untuk
menjelaskan atau menarik kesimpulan
mengenai kelompok itu saja
• Ukuran Lokasi: mode, mean,
median, dll
• Ukuran Variabilitas:
varians, deviasi standar, range, dll
• Ukuran Bentuk: skewness,
kurtosis, plot boks.
4.Pangestu Subagyo (2003:1)
menyatakan :
Yang dimaksud sebagai statistika deskriptif
adalah bagian statistika mengenai pengumpulan data, penyajian, penentuan
nilai-nilai statistika, pembuatan diagramatau gambar mengenai sesuatu hal,
disini data yang disajikan dalam bentuk yang lebih mudah dipahami atau dibaca.
Statistika deskriptif merupakan metode-metode yang berkait dengan pengumpulan
dan penyajian sekumpulan data, sehingga dapat memberikan informasi yang
berguna. Perlu kiranya dimengerti bahwa statistika deskriptif memberikan
informasi hanya mengenai data yang dipunyai dan sama sekali tidak menarik
kesimpulan yang lebih banyak dan lebih jauh dari data yang ada.
Kegiatan memeriksa sifat-sifat
penting dari data yang ada itu disebut analisis data secara pemerian
(deskripsi). Karenanya bagian statistika demikian dinamakan Statistika
Deskriptif atau Statistika Perian. Penyusunan tabel, diagram, modus, kuartil,
simpangan baku termasuk dalam kategori statistika deskriptif. Kegiatan itu
dilakukan melalui:
·
Pendekatan
aritmetika yaitu pendekatan melalui pemeriksaan rangkuman nilai atau
ukuran-ukuran penting dari data. Yang dimaksud rangkuman nilai di sini ialah
penyederhanaan kumpulan nilai data yang diamati ke dalam bentuk nilai-nilai
tertentu. Setiap rangkuman nilai ini disebut statistik. Jadi, statistik
menerangkan sifat kumpulan data dalam bentuk nilai yang mudah dipahami, sedangkan
statistika adalah suatu ilmu tentang sekumpulan konsep serta metode yang dapat
digunakan untuk mengumpulkan, menyajikan dan menganalisis data serta menarik
kesimpulan berdasar hasil analisis data tersebut.
·
Pendekatan
geometrik, yaitu melalui penyajian data dalam bentuk gambar berupa grafik atau
diagram. Kedua pendekatan mengakibatkan pembedaan dalam penyajian datanya.
Penyajian data pertama menekankan angka-angka dan yang kedua menekankan pada
gambar.
2.1.1 Pengertian Distribusi Frekuensi
Distribusi frekuensi adalah suatu
bentuk penyusunan data yang teratur dengan menggolongkan besar atau kecilnya
data. Distribusi frekuensi umumnya disajikan dalam daftar yang berisi kelas
interval dan jumlah objek (frekuensi) yang termasuk dalam kelas interval tersebut.
Fungsi distribusi frekuensi adalah
mengatur data mentah (belum dikelompokkan) ke dalam bentuk yang rapi
tanpa mengurangi data yang ada.
Istilah – istilah dalam distribusi frekuensi adalah :
- Kelas
- Batas
Kelas
- Tepi
Kelas
- Interval
Kelas
- Titik
Tengah
2.1.2 Contoh Kasus Distribusi Frekuensi
Berikut ini adalah data tinggi badan mahasiwa yang di ambil melalui angket 58 mahasiswa kelas 11.3C.30
158
|
158
|
160
|
160
|
158
|
160
|
160
|
150
|
153
|
155
|
175
|
157
|
155
|
157
|
160
|
155
|
170
|
157
|
160
|
155
|
158
|
155
|
155
|
155
|
156
|
153
|
157
|
157
|
157
|
157
|
155
|
160
|
160
|
158
|
150
|
158
|
160
|
160
|
160
|
161
|
154
|
170
|
172
|
173
|
171
|
173
|
164
|
165
|
165
|
167
|
168
|
168
|
169
|
169
|
170
|
170
|
175
|
155
|
||
Berikut ini
cara untuk menggunakan analisis manual :
1. Mengurutkan
data
2. Menentukan
Range
3. Menentukan
Banyaknya Kelas
4. Menentukan
Panjang Interval Kelas
5. Menentukan
Batas – batas Kelas
6. Menentukan
Titik Tengah
7. Memasukkan
data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem Tally atau Turus.
8. Menyajikan
distribusi frekuensi : isi kolom frekuensi sesuai dengan kolom Tally /
Turus
2.1.3 Penyelesaian Kasus
1.
Mengurutkan
data
150
|
150
|
153
|
153
|
154
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
156
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
158
|
158
|
158
|
158
|
158
|
158
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
161
|
164
|
165
|
165
|
167
|
168
|
168
|
169
|
169
|
170
|
170
|
170
|
170
|
171
|
172
|
173
|
173
|
175
|
175
|
||
2.
Selanjutnya
menentukan Range (R)
Range adalah selisih antara nilai yang terbesar dengan nilai
yang terkecil.
Rumus Range adalah
R = Xmax - Xmin
=
175
- 150
= 25
3.
Mencari
banyaknya kelas menggunakan rumus Sturges
Kelas adalah penggolongan
data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing -
masing dinamakan batas kelas.
K =
1 + 3,3 log N
= 1 + 3,3 log 58
=
1 + 5,8
= 6,8
è Banyaknya kelas adalah 7
kelas ( di bulatkan ke atas)
4.
Menentukan
panjang interval kelas (I)
Interval kelas adalah lebar
dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua
tepi kelasnya.
I = R / K
= 25 / 6,8
= 3,67
è Panjang Interval kelas adalah
4 (di bulatkan ke atas)
5.
Menentukan
batas-batas kelas
Batas – batas kelas adalah nilai
batas dari pada, tiap kelas dalam sebuah distribusi, terbagi menjadi States
class limit dan Class Bounderies (Tepi kelas).
R = 25
K = 7
I = 4
((K x I) - (R + 1)) / 2
((7 x
4) - (25 + 1)) / 2
( 28 – 26 ) / 2 = 1
Batas – batas kelasnya adalah :
· Batas
bawah kelas ke-1
data terkecil – 1
= 150 – 1
= 149
· Batas
atas kelas ke-1
batas bawah kelas ke-1 + ( I – 1 )
= 149 + (4 – 1 )
= 152
· Batas
bawah kelas ke-2
batas atas kelas ke-1 + 1
= 152 + 1
= 153
·
Batas atas kelas ke-2
Batas bawah kelas ke -2 + ( I – 1 )
= 153 + ( 4 – 1 )
= 156
· dst. Sampai dengan batas kelas ke-7
6. Menentukan Titik Tengah
Titik
tengah adalah rata – rata hitung dari kedua batas
kelasnya atau tepi kelasnya
Rumus nya adalah : ½ ( Batas bawah
kelas + batas atas kelas)
· Titik
tengah kelas pertama = ½ ( 149 + 152 ) = 150,5
· Titik
tengah kelas kedua = ½ ( 153 + 156 ) = 154,5
· Titik
tengah kelas ketiga = ½ ( 157 + 160 ) = 158,5
· dst.
Sampai dengan titik tengah ke-7
7
Memasukkan
data ke dalam kelas-kelas yang sesuai dengan menggunakn sistem Tally atau
Turus.
g.
Interval Kelas
|
Tepi Kelas
|
Titik Tengah
|
Sistem Turus
|
Frekuensi
|
||||||||||||||||||||||||||||||
149 - 152
|
148,5 - 152,5
|
150,5
|
II
|
2
|
||||||||||||||||||||||||||||||
153 - 156
|
152,5 - 156,5
|
154,5
|
|
13
|
||||||||||||||||||||||||||||||
157 - 160
|
156,5 - 160,5
|
158,5
|
|
24
|
||||||||||||||||||||||||||||||
161 - 164
|
160,5 - 164,5
|
162,5
|
II
|
2
|
||||||||||||||||||||||||||||||
165 - 168
|
164,5 - 168,5
|
166,5
|
|
5
|
||||||||||||||||||||||||||||||
169 - 172
|
168,5 - 172,5
|
170,5
|
|
8
|
||||||||||||||||||||||||||||||
173 - 176
|
172,5 - 176,5
|
174,5
|
IIII
|
4
|
8. Menyajikan distribusi frekuensi
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.2
JENIS – JENIS DISTRIBUSI FREKUENSI
a. Distribusi
Frekuensi Kumulatif
adalah suatu
daftar yang memuat frekuensi – frekuensi kumulatif, jika ingin mengetahui
banyaknya observasi yang ada di atas atau dibawah suatu nilai tertentu.
b. Distribusi
Frekuensi Relatif
adalah
perbandingan dari frekuensi masing - masing kelas dan jumlah frekuensi
seluruhnya yang dinyatakan dalam persen.
Ø
Distribusi frekuensi komulatif
I. menentukan
distribusi frekuensi kumulatif kurang dari
Batas
Kelas
|
Frekuensi
Kumulatif
|
|||||||||||
148,5
|
0
|
|||||||||||
152,5
|
2
|
|||||||||||
156,5
|
15
|
2 + 13
|
||||||||||
160,5
|
39
|
2 + 13 +
24
|
||||||||||
164,5
|
41
|
2 + 13 +
24 + 2
|
||||||||||
168,5
|
46
|
|||||||||||
172,5
|
54
|
|||||||||||
176,5
|
58
|
|||||||||||
II.
menentukan distribusi frekuensi kumulatif lebih dari
Batas Kelas
|
Frekuensi Kumulatif
|
|||||||||||
> 176,5
|
0
|
|||||||||||
> 172,5
|
4
|
|||||||||||
> 168,5
|
12
|
4 + 8
|
||||||||||
> 164,5
|
17
|
4 + 8 + 5
|
||||||||||
> 160,5
|
19
|
4 + 8 + 5 + 2
|
||||||||||
> 156,5
|
43
|
|||||||||||
> 152,5
|
56
|
|||||||||||
> 148,5
|
58
|
|||||||||||
Ø
Distribusi
Frekuensi Relatif
Distribusi Frekuensi Relatif
I.Kelas
|
Tt.tengah
|
Frekuensi
|
Frekuensi Relatif (%)
|
|||||||||||||||||||||
149 - 152
|
150,5
|
2
|
3%
|
(2/58) x 100 = 3,44 bulatkan menjadi 3
|
||||||||||||||||||||
153 - 156
|
154,5
|
13
|
23%
|
(13/58) x 100 = 22,41 bulatkan menjadi 23
|
||||||||||||||||||||
157 - 160
|
158,5
|
24
|
41%
|
(24/58) x 100 = 41,37 bulatkan menjadi 41
|
||||||||||||||||||||
161 - 164
|
162,5
|
2
|
3%
|
|||||||||||||||||||||
165 - 168
|
166,5
|
5
|
9%
|
|||||||||||||||||||||
169 - 172
|
170,5
|
8
|
14%
|
|||||||||||||||||||||
173 - 176
|
174,5
|
4
|
7%
|
|||||||||||||||||||||
2.3 Pembuatan
Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan Program Ms. Excel 2007/2010
Berikut adalah cara Mengaktifkan
Analysis ToolPack :
1.
Klik Office
Button Options
2.
Pilih
Add-Ins dan pada menu Manage pilih Excel Add-Ins klik go
3.
Berikan
tanda ceklist pada Analysis ToolPack OK
Jika sudah mengaktifkan Analysis Toolpack langkah
langkah dalam pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan excel
2007/2010 adalah sbb :
1. Masukan
data
2. Masukan
bin (batas atas)
3. Pilih Data pada
menu utama
4. Pilih Data
Analysis
5. Pilih Histogram pada
Analysis Tools
6. Ketika
kotak dialog muncul,
· Pada kotak Input Range, selanjutnya
blok/sorot range data
· Pada kotak Bin Range,
selanjutnya blok/sorot range batas atas
· Pada kotak Output Range, arahkan
kursor pada kolom kosong
· Berikan tanda check pada “Cumulative
Percentage”
· Berikan tanda check pada “Chart
Output”
· Klik OK
2.4
UKURAN GEJALA PUSAT DATA YANG BELUM DI KELOMPOKKAN
2.4.1
Rata-rata, Median, dan Modus
a.
Rata – Rata Hitung
Adalah nilai yang mewakili
sekelompok data.
Data
:
150
|
150
|
153
|
153
|
154
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
156
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
158
|
158
|
158
|
158
|
158
|
158
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
161
|
164
|
165
|
165
|
167
|
168
|
168
|
169
|
169
|
170
|
170
|
170
|
170
|
171
|
172
|
173
|
173
|
175
|
175
|
=
1/ 58 (9.333) = 9.333 = 160,91379
58
Dibulatkan
menjadi 161
b. Rata – Rata
ukur
Adalah akar pangkat N dari hasil
kali masing-masing nilai dari kelompok tersebut.
= 1,6078 dibulatkan = 1,61
c. Rata – Rata
Harmonis
Adalah kebalikan rata-rata hitung
dari kebalikan nilai-nilai data.
d. Median
Adalah
sebuah nilai data yang berada di tengah-tengah dari rangkaian data yang
telah tersusun secara teratur. Posisi tengah dari seperangkat data sebanyak N
yang telah terurut terletak pada posisi yang ke (N + 1)/2.
n = 58 data
K = 58/2 = 29
Median = 1/2 (Xk + Xk+1)
= 1/2 (X29 + X30)
= 1/2 ( 160 + 160
) = 160
e. Modus
adalah kumpulan data atau nilai yang paling sering
muncul atau data yang mempunyai nilai
frekensi terbesar, jika pada kumpulan data itu terdapat lebih dari satu data
yang sama-sama paling sering muncul, maka dalam kumpulan data itu terdapat
lebih dari satu modus.
MODUS = 160
2.4.2
KUARTIL,
DESIL, PERSENTIL
a. Kuartil
Pada prinsipnya, pengertian kuartil sama dengan
median. Perbedaanya hanya terletak pada banyaknya pembagian kelompok data.
Median membagi kelompok data atas 2 bagian, sedangkan kuartil membagi kelompok
data atas 4 bagian yang sama besar, sehingga akan terdapat 3 kuartil yaitu
kuartil ke-1, kuartil ke-2 dan kuartil ke-3, dimana kuartil ke-2 sama dengan
median.
Contoh kasus
:
N
= 58 data
150
|
150
|
153
|
153
|
154
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
155
|
156
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
157
|
158
|
158
|
158
|
158
|
158
|
158
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
160
|
161
|
164
|
165
|
165
|
167
|
168
|
168
|
169
|
169
|
170
|
170
|
170
|
170
|
171
|
172
|
173
|
173
|
175
|
175
|
Ditanya : Cari Q1, Q2,
Q3, D7, P98
Q1 = 1 ( n +
1 )/4
= 1 ( 58 + 1 )/4 =
14,75 = 14 + 0,75
= Xi +
0,75 ( Xi+1 – Xi )
= X14 + 0,75
( X14+1 – X14 )
= 155 + 0,75 (
X15 – X14 )
= 155 + 0,75 (
156 – 155 )
= 155 + 0,75
= 155,75
Q2 = 2 ( n +
1 )/4
= 2 ( 58 + 1 )/4 =
29,50 = 29 + 0,50
= Xi + 0,50 ( Xi+1 –
Xi )
= X29 + 0,50
( X29+1 – X29 )
= 160 + 0,50
( X30 – X29 )
= 160 + 0,50
( 160 – 160 )
= 160 + 0
= 160
Q3 = 3 ( n +
1 )/4
= 3 ( 58 + 1 )/4 =
44,25 = 44 + 0,25
= Xi +
0,25 ( Xi+1 – Xi )
= X44 + 0,25
( X44 +1 – X44 )
= 167 + 0,25
( X45 – X44 )
= 167 + 0,25
( 168 – 167 )
= 167 + 0,25
= 167,25
b. Desil
adalah suatu
rangkaian data yang membagi suatu distribusi menjadi 10 bagian yang
sama besar.
D7 = 7 ( n + 1 )/10
= 7 ( 58 + 1 )/10 = 41,30 = 41 + 0,30
= Xi + 0,30 ( Xi+1 – Xi )
= X41 + 0,30 ( X41 +1 – X41 )
= 164 + 0,30 ( X42 – X41 )
= 164 + 0,30 ( 165 – 164 )
= 164 + 0,30
= 164,30
C.
Persentil
adalah
ukuran letak yang membagi suatu distribusi menjadi 100 bagian yang sama besar.
P98 = 98 ( n + 1 )/100
= 98 ( 58 + 1 )/100 =
57,82 = 57 + 0,82
= Xi
+ 0,82 ( Xi+1 – Xi )
= X57 +
0,82 ( X57+1 – X57 )
= 175 +
0,82 ( X58 – X57 )
= 175 +
0,82 ( 175 - 175 )
= 175 + 0
= 175
2.4.3 Pembuatan Statistik
Deskriptif dengan Program Ms. Excel 2007/2010
Jika sudah mengaktifkan Analysis Toolpack langkah
langkah dalam pembuatan Distribusi Frekuensi dan Histogram dengan excel
2007/2010 adalah sbb :
1. Masukan
data
2. Pilih Data pada
menu utama
3. Pilih Data
Analysis
4. Pilih Deskriptive
Statistics pada Analysis Tools
5. Ketika
kotak dialog muncul,
· Pada kotak Input Range, selanjutnya
blok/sorot range data
· Pada kotak output range, arahkan
kursor pada kolom kosong
· Berikan tanda check pada “Summary
Statistics”
· Klik OK
BAB III
PENUTUP
3.1
kesimpulan
Dari
pengertian dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi frekuensi
mencakup penyajian data, pengelompokan data kedalam suatu daftar atau tabel,
kelas interval serta diagram dari hasil penelitian.
3.2 Saran
Agar
bisa mendapatkan hasil yang baik untuk kasus mengelompokkan data , kita harus
mengerti setiat tahap – tahap dalam mengelompokkan data, karena setiap data
yang dikelompokkan mempunyai cara / rumusnya masing – masing.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Modul /
Slide Statistika Deskriptif semester III ( BSI )
·
Sudjana (1996:7).pengertian-statiska-deskriptif
·
Iqbal Hasan (2001:7).pengertian-statiska-deskriptif
·
Bambang Suryoatmono (2004:18).pengertian-statiska-deskriptif
·
Pangestu Subagyo (2003:1).pengertian

Tidak ada komentar:
Posting Komentar